|
TASIKMALAYA, (PRLM),- Aksi jambret ketika korban sedang menunggangi sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya. Kalau beberapa waktu lalu kejadiannya di wilayah hukum Polsek Kawalu, dan tersangkanya pun tertangkap, tapi Jumat (5/2), terjadi di wilayah Polsek Indihiang. Modus operandinya hampir sama yakni korban rata-rata adalah kaum wanita yang tengah naik sepeda motor. Seperti yang dialami Imas Marlina (23) asal Jln. Cipicung Buntu, Kelurahan Tuguraja Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya, Jum'at (5/2), ia menjadi korban aksi penjambretan saat mengendarai sepeda motor. Akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian sekitar Rp 2,5 juta. Peristiwa itu terjadi saat Imas hendak mengantarkan surat undangan ke Terminal Bus Indihiang di Jln Letnan Harun Kota Tasikmalaya. Pagi itu sekitar pukul 10.00, Imas berangkat dengan menaiki Honda Vario miliknya bersama temannya, Maya Maryana yang duduk dibonceng. Sekitar beberapa meter lagi sampai ke tujuan, sebuah motor jenis bebek dengan dua pengendara laki-laki berboncengan, langsung mendekati mereka. Selanjutnya sepeda motor yang didugunakan pelaku menyalip dari sebelah kiri. Sementara itu korban belum curiga, meski kedua sepeda motor itu melaju berdampingan. Tas tangan milik korban yang berisi benda berharga, masih menggantung di stang sebelah kiri. Namun, tiba-tiba pelaku yang dibonceng, menepis tangan kiri Imas, sehingga ia kaget dan laju motor pun jadi oleng. Di tengah kepanikan korban, pelaku langsung menjambret tas korban. Setelah itu pelaku kemudian menjambret kalung emas seberat 3 gram di leher korban, serta gelang seberat 5 gram di tangan korban. Selanjutnya para pelaku kabur "Kejadiannya sangat cepat," kata Imas. Ketika Imas berteriak minta tolong, tapi orang-orang di sekitarnya tak ada yang peduli, mereka hanya bisa bengong dengan apa yang menimpa Imas. Warga sekitar tak mengira jika Imas jadi korban penjambretan. "Saya sempat berusaha mengejar, tapi kalah cepat," katanya. Korban menuturkan, di dalam tas yang dijambret terdapat uang tunai Rp 800.000, dua unit handphone, identitas diri, dan beberapa barang berharga lainnya. Hingga kemarin, jajaran Polsekta Indihiang masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Menurut petugas, kalau modus operandinya sama dengan yang dilakukan dua orang pelajar di daerah Kawalu, kemungkinan pelakukanya sama. "Atau mungkin pelakunya berbeda. Tapi, kami sudah mengetahi identitas mereka," kata petugas. (A-14/A-26).*** Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=126064
|