Polres Kota Tasikmalaya

196 Rumah di Tasik Terendam PDF Cetak E-mail
Oleh admin news   
Senin, 08 Februari 2010 16:13

TASIKMALAYA, (PRLM),- Sekitar 196 rumah dari empat kampung yakni Kampung Hegarsari, Cicalung, Mekarsari, dan Bojongsoban di Desa Tanjungsari, Kec. Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, diterjang banjir setinggi 50 Cm hingga 1.5 meter, sekitar pukul 03.00 dinihari Senin (8/2).    

Diperoleh keterangan, selain diakibatkan karena curah hujan yang tinggi pada Minggu sore kemarin, juga genangan air disebabkan oleh luapan Sungai Citanduy dan Cikidang yang tidak jauh dari pemukiman warga.
 
Namun demikian, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu rumah milik warga yakni Mamah (60) di Kampung Mekarsari nyaris rubuh diterjang banjir. 
 
Petugas dari kecamatan dan desa yang langsung terjun ke lokasi, pada pukul 04.00 pagi, sempat kesulitan untuk mengevakuasi warga, karena selain situasi saat itu masih gelap dan ketinggian air cukup tinggi, juga warga tidak mau meninggalkan rumahnya. Ratusan warga hanya menyelamatkan harta bendanya saja dengan cara memindahkannya ke tempat tinggi di rumahnya masing-masing.   
 
Menurut Ucu Samsudin warga Kampung Hegarsari, banjir yang melanda kampungnya itu terjadi akibat dua sungai yakni Citanduy dan Cikidang meluap.
 
Camat Sukaresik, Drs Iing Farid Khozin mengatakan, banjir tersebut merupakan banjir rutin karena ketinggian dua sungai besar yakni Citanduy dan Cikidang hanya beberapa meter dari pemukiman warga. Akibatnya, disaat debit air meningkat ditambah dengan curah hujan tinggi, maka air meluap dan menggenangi pemukiman warga.  
 
"Banjir seperti ini, merupakan banjir rutin dalam setiap tahunnya, karena saat curah hujan yang tinggi maka debit air dua sungai akan menaik dan airnya akan meluap menggenangi ratusan rumah warga. Dan pada sebulan terakhir ini saja banjir sudah tiga kali terjadi," kataya.  
 
Menurutnya, empat kampung yang tergenangi air diantaranya Kampung Mekarsari, Hegarsari, Bojongsoban dan Cicalung. Sedangkan para korban nampaknya tidak mau diungsikan karena menurut warga kejadian seperti itu sudah biasa dan tidak perlu meninggalkan rumah. Namun, satu rumah milik warga yakni Mamah (60) di Kampung Mekarsari nyaris rubuh diterjang banjir, sehingga ia terpaksa harus diungsikan karena khawatir akan membahayakan jiwanya.
 
Saat ini warga membutuhkan makanan, karena warung-warung tidak buka akibat kesulitan untuk berbelanja. Pihaknya hanya bisa membagikan lauk pauk guna sarapan pagi saja, sementara untuk selanjutnya menunggu bantuan dari Pemkab Tasikmalaya.
 
Menurut Ucu, banjir mulai terasa sekitar pukul 01.00 dini hari, namun genangan mulai meninggi sekitar pukul 03.00 dengan ketinggian air dipemukiman bervariasi. Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi ruas jalan, SDN Bojongsoban, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan fasilitas umum lainnya. 
 
"SDN Bojongsoban ikut tergenangi air juga, akibatnya seluruh siswa diliburkan," kata Camat. Untuk mengantisipasi banjir yang datang setiap curah hujan tinggi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy guna pembuatan tanggul disepanjang sungai Citanduy dan Cikidang.
 
Akhirnya, pihak Balai Besar Sungai Citanduy merealisasikannya dan pada tahun ini akan melakukan penanggulan sepanjang 5.400 meter. "Diharapkan dengan pembangunan tanggul tersebut banjir tidak akan menggenanginya lagi," katanya. (A-14/A-26).***

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=126630