|
TASIKMALAYA, (PRLM),- Para perampok yang diperkirakan dua orang beraksi di kantor pemasaran pemotongan sapi CV Metro Yasa Sarana, di kawasan perkantoran RS Prasetia Bunda Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasik, Rabu (3/3), sehingga korban menderita kerugian uang tunai sekitar Rp 75 juta, yang baru saja diambil dari bank BRI Cabang Tasikmalaya. Diperoleh keterangan, ke dua perampok itu diperkirakan telah mengincar korbannya sejak keluar dari bank, dan dikuntit hingga ke kantor tersebut. Menurut korban, Yasin (40), karyawan Cv Metro Yasa Sarana, yang ditugaskan pimpinannya mengambil uang di bank, sore itu sekitar pukul 13.30, salah seorang dari perampok itu masuk mengikuti korban ke dalam kantor dan menyambar bungkusan uang yang disimpan di atas meja. Korban seperti biasa ditugaskan untuk mencairkan cek ke bank BRI cabang Tasikmalya di Jln Masjid Agung. Sebagai upaya menghilangkan kecurigaan membawa uang banyak, uang tersebut seperti biasa dimasukan Yasin ke dalam kantong keresek hitam. Kemudian setelah keluar dari bank, Yasin membawa uang tersebut dan digantungkannya dipengait depan motor Honda Supra Fit, yang dibawanya. Bahkan di tengah perjalanan, ia sempat berhenti dan mengenakan jas hujan, karena hujan mulai turun. Dirinya sama sekali tidak menaruh curiga kepada siapapun, hingga akhirnya Yasin sampai dengan selamat di kantornya. Di sana, seorang pegawai lainya, Dani (26) telah menunggunya, lalu Yasin membenahi jas hujan dan membuka helm, lantas dirinya menyimpan bungkusan uang ini diatas meja kerja. "Saat itu, seseorang nyelonong masuk ke sini dan langsung mengambil uang tersebut, kemudian kabur ke jalan raya," kata Yasin. Kejadian itu membuat Yasin dan Dani kaget serta langsung berteriak rampok. Mereka berdua pun langsung mengejar perampok hingga ke pinggir jalan. Namun seorang teman perampok lainnya telah menunggu di atas sepeda motor langsung tancap gas. Kedua perampok berhasil melarikan diri dengan membawa hasil jarahannya. "Kami tidak bisa mengejar, karena seseorang lainnya telah menunggu dengan sepeda motor dan langsung tancap gas ke arah by pas," jelas Dani. Menurut Yasin, meskipun kejadiannya berlangsung sangat cepat, namun dirinya bisa mengenali ciri-ciri para perampok tersebut. Ia memiliki postur tubuh tinggi kurus dengan warna kulit hitam terbakar. Ciri lainnya, ia berperawakan tegap dan memiliki langkah kaki yang sangat lebar. "Satu kali langkah kakinya mungkin sama dengan dua kali langkas saya," jelas Yasin. Menurut Kapolsek Indihiang, Ajun Komisaris Dikdik Rohim, pihaknya akan menyelediki lebih lanjut kasus tersebut. Termasuk kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam pada aksi perampokan itu. "Kita akan selidiki terus kejadian ini, pasalnya baru pertama kali terjadi di wilayah hukum Polsekta Indihiang," ujarnya. (A-14/A-26).*** Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=130765
|