|
TASIKMALAYA, TRIBUN - Puluhan mahasiswa Tasikmalaya dan Ciamis unjuk rasa di bundaran Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (4/3). Aksi yang menuntut penuntasan kasus Bank Century ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Kendati begitu, mahasiswa dan polisi tampak saling menjaga di posisi masing-masing.
Sejak menjelang azan duhur sejumlah mobil ranger polisi dari Polresta dan sejumlah Polsekta dikerahkan ke lokasi dan langsung berjaga-jaga. Rombongan pengunjuk rasa baru tiba di bundaran sekitar pukul 14.00. Mereka terdiri dari unsur HMI, PMII, FPMR, BEM Unsil, BEM STHG, BEM STISIP, IPNU dan Serikat Petani Pasundan (SPP) serta IAID Ciamis dan BEM Unigal Ciamis.
Aksi digelar di tengah persimpangan Jalan Otista-Jalan Dr Soekardjo, sehingga membuat arus lalu-lintas tersendat. Mahasiswa membuat formasi keliling dan di dalamnya digelar treatikal. Dua mahasiswa terlihat mengusung sebuah bendera yang tampak seperti berat. Hal itu untuk menggambarkan, betapa rakyat Indonesia saat ini tengah menghadapi beban berat berbagai aspek kehidupan, terutama ekonomi. Seorang mahasiswa lainnya yang dilabur putih yang menggambarkan kalangan penerima dana Bank Century tampak asyik menghitung uang.
"Di tengah banyaknya rakyat yang bergelut dalam himpitan hidup, tiba-tiba kita dihenyakkan dengan munculnya kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Pemerintah dengan mudahnya mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk kepentingan kalangan atas. Sementara rakyat di bawah masih banyak yang belum tersentuh," kata Nanda Saputra, koordinator lapangan.
Karena itu, mahasiswa yang mengatasnamakan sebagai Front Rakyat Priangan Timur itu menuntut aparat penegak hukum, khususnya KPK, segera mengusut kasus tersebut. "Terlepas opsi mana yang menang dalam voting rapat paripurna kasus Bank Century di DPR, kami sebagai rakyat di bawah hanya memiliki satu target, yakni tuntasnya kasus tersebut sampai pada ranah hukum," tandas Nanda.
"Aparat penegak hukum tidak boleh tebang pilih. Jika ada pejabat negara terlibat aksi tersebut, seret ke meja hijau dan dihukum seadil-adilnya," kata Nanda, disambut yel-yel mahasiswa. Satu jam kemudian mahasiswa membubarkan diri. (stf) Sumber : http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/17201/polisi-mahasiswa-saling-jaga-posisi
|