Polres Kota Tasikmalaya

Sekian Lama Menganiaya, Pelaku KDRT Baru Ditangkap PDF Cetak E-mail
Oleh admin news   
Selasa, 09 Maret 2010 15:59

Jakarta, RMOL. Tita Rosita (43) sudah lama menahan sabar. Kini ia tidak kuat lagi kelakuan atas perlakuan Dedi Suryadi (58), suaminya. 

Ya, Dedi kerap melakukan aksi pemukulan dan ancaman pembunuhan pada Tita dan anak-anakanya. Bahkan warga Kampung Nagarakasih RT 02/ 04 Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya ini menyerahkan kasus ini ke Polresta Tasikmalaya.

Sejak Tita melaporkan Dedi ke Mapolresta Tasikmalaya pada Selasa (23/2) lalu, dia yang belum sempat diamankan ini masih kerap melakukan aksi penganiyaan. Hingga akhirnya polisi serius menangani. Dan Selasa (9/3) Dedi diamankan Satreskrim Polresta Tasikmalaya.

Kepada polisi Dedi mengakui semua laporan yang diadukan istrinya. Bahkan kejadian itu kerap dilakukan karena dirinya merasa jengkel terhadap Tita dan anak-anaknya sendiri.

Menurut Dedi, Tita dianggap selalu mangkir dari tugas dan perintah dirinya. Parahnya lagi, Dedi kerap memukuli Candra (6), anaknya, karena sering ribut saat dirinya akan tidur malam.

Tidak tanggung-tanggung, dia kadang memukul Candra beberapa kali dengan sepotong bambu yang sering dipakai sebagai perkakas meubeler.

"Saya akui memukul dia, namun hal itu dilakukan untuk mendidik mereka," kilah Dedi.

Dedi menyanggah jika selama ini tindak penganiyaan yang dia lakukan berada di bawah pengaruh alkohol. Diakuinya, semua dilakukan dengan sadar karena menilai istri dan anak-anaknya sering membuat masalah.

"Dia pernah menjual sertifikat rumah padahal itu milik kami berdua. Sedangkan Candra, anak ini selalu rewel dan membuat pusing kepala," kata Dedi.

Ya, Tita (43) tidak tahan akan kelakuan Dedi. Bukan hanya pada Rosita, anaknya juga kerap dipukuli Dedi. Puncak kekesalan Tita terjadi ketika Candra, anaknya, dipukuli dengan bambu. Akhirnya, Tita dan Candra lapor Polresta Tasikmalaya.

Menurut Tita, Dedi memukul Candra beberapa kali dengan menggunakan sepotong bambu. Bahkan saat itu telinga Candra sempat tertusuk bambu. Masalahnya sepele. Gara-gara Candra tidak mau ketika disuruh makan.

Tita sempat berusaha meredam amarahnya. Tapi Dedi malah balik menyerang. Punggung Tita dipukul dua kali. Lantas pipinya ditampar. Tak sampai di situ, bak orang kesetanan Dedi mengambil kunci Inggris dan mengejar Tita dan Candra. Tita dan anaknya kemudian bersembunyi di rumah saudaranya. Atas saran keluarganya, Tita melaporkan ke Polresta Tasikmalaya.

Dikatakan Tita, dirinya sudah tidak tahan akan kelakuan Dedi. Dia kerap menganiaya tanpa alasan yang jelas. Tita lama bersabar. Tapi rumah tangga pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai pengukir kayu dan menikah pada tahun 1982 silam, harus putus di tengah jalan. Tita bukannya tidak sayang pada delapan anak kandungnya. Tapi, demi menghindari penyiksaan yang lebih sakit, tekad Tita sudah bulat. 
"Semula dia baik, tapi setelah punya anak pertama tingkahnya mulai berubah," kata Tita.

Ya, Dedi jadi kerap mabuk-mabukan minuman keras. Jika sudah begitu, Tita dan anak-anaknya harus siap-siap menderita. Sedikit saja berbuat salah, mereka pasti akan kena amukan pria berperawakan tegap itu.

Semua anaknya pernah kena pukulan. Apalagi Tita. Bahkan anak bungsunya yang baru berusia 2,5 tahun pun pernah dibekap mulutnya hanya gara-gara tak henti menangis.

"Yang paling sering jadi sasaran adalah Candra. Dia pernah dipukuli pakai kabel dan dikurung di kamar. Waktu itu dia sampai pingsan. Ketika saya cegah seperti biasanya, saya yang jadi sasaran berikutnya," kata Tita. 

Ia juga mengisahkan, belum lama ini lehernya pernah dikalungi pisau. Beruntung tak sampai terluka.

"Dulu juga pernah  mengejar saya sambil mengacungkan samurai," lirih Tita yang diamini Hamdan (15), anak keempatnya yang turut melapor. 
Hamdan mengaku pernah ditendang dan dipukuli hanya gara-gara pulang terlambat.

Banyak sekali cerita memilukan yang diungkapkan keduanya selama hidup bersama Dedi. Tita pernah pula dibanting piring dan dicekik. Tanti (10), anaknya yang nomor 6, pernah dipukuli hingga lebam-lebam. Sikap ringan tangan Dedi ternyata tak hanya sebatas di keluarga saja. Di lingkungan sekitar, dia pun merupakan sosok yang ditakuti. Bahkan Dedi pernah membacok kakaknya sendiri.

Dedi berkali-kali menyatakan ingin bercerai. Tapi hingga kini ucapan itu tak kunjung direalisasikan. 

"Saya mah senang dia ingin menceraikan. Tapi justru ketika saya menagih atau membahas janji itu, dia pasti ngamuk dan menghajar saya,” kata Tita.

Dedi juga sempat mengaku ingin nikah lagi dan Tita langsung mempersilakannya. Tapi anehnya, sikap Tita itu malah memancing emosi Dedi. Lagi-lagi, dia dipukul. Masalah lain yang menurut Tita menjadi pemicu kemarahan suaminya adalah keinginan menjual rumah yang mereka tinggali saat  ini. Tita tidak pernah menyetujui karena rumah itu merupakan warisan orangtua Tita. Kini ibu bertubuh kurus itu berharap keadilan. Dia mengaku tak akan mengiba seandainya suami sekaligus bapak dari anak-anaknya dipenjara. [fik]

 

Sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/03/09/89364/Sekian-Lama-Menganiaya,-Pelaku-KDRT-Baru-Ditangkap