Polres Kota Tasikmalaya

Ngaku Aparat, Soni Renggut Keperawanan Rahayu PDF Cetak E-mail
Oleh admin news   
Kamis, 11 Maret 2010 15:46

Tasikmalaya, RMOL.Mahasiswi salah satu universitas di Tasikmalaya ini sebut saja Rahayu. Mahasiswi berusia 24 tahun ini kemarin (Rabu, 10/3) mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Tasikmalaya. 

Dengan malu malu, Rahayu ngaku ingin melapor. Lantas, Polisi pun mempersilahkan Rahayu duduk. Kemudian dia diminta menceritrakan semua permasalahan yang menimpanya. 

Rahayu yang merupakan warga Jalan Hanura Sukamaju I, Panglayungan, Cipedes, Kota Tasikmalaya ini mengaku keperawanannya telah direnggut Soni Ali (21). Katanya Soni adalah aparat. 

Kejadian yang dialami Rahayu memang telah terjadi cukup lama, yakni pada pertengahan bulan Agustus 2008. Tapi ia baru melaporkan kejadian tersebut kemarin siang, karena merasa dibohongi oleh Soni.

Menurut Rahayu, selama kurang lebih satu tahun setengah, ia bersabar. Pasalnya, setelah peristiwa tersebut, Soni mengaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Janji tinggalah janji. Rahayu sempat menagih janji itu. Tapi tak kunjung ditepati. Tekad Rahayu sudah bulat. Ia berangkat untuk mengadukan perbuatan Soni ke Polresta Tasikmalaya.

Ceritanya berawal kala Rahayu mendapatkan SMS dari Soni. Katanya ia supaya datang ke rumah Soni di Jl Cempakawarna, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. 

Rahayu langsung mendatangi rumah Soni. Sesampainya disana, ia diterima oleh ibu kandung Soni. Sementara Soni sendiri berada dilantai dua rumahnya. Karena dianggap telah saling percaya, maka ibu kandung Soni pun mengijinkan Rahayu untuk masuk dan mendatangi Soni di kamarnya.

Keduanya ngobrol. Dan Soni sempat memperlihatkan beberapa butir obat kontrasepsi pada Rahayu. Tidak lama kemudian, Soni mempersiapkan minuman yang kemudian diberikan pada Rahayu untuk diminum. Glek! Glek! Beberapa tegukan saja minuman di dalam gelas habis. Selang beberapa saat, kepala Rahayu langsung terasa pusing dan setelah itu tidak sadarkan diri. 

Kala terbangun dari pingsan, Rahayu merasa heran dan masih pusing. Lalu meminta ijin untuk pergi ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Rahayu kaget. Ugh, di celana dalamnya terdapat (maaf) bercak darah. Begitu pula dalam lubang (maaf) kemaluan ada darah segar. Ketika buang air kecil Rahayu merasakan sakit. 

Usai dari kamar mandi, Rahayu menanyakannya pada Soni. Dia cukup enteng mengaku akan mempertanggungjawabkan segala yang telah dilakukannya. Mendapat pengakuan Soni, kejadian ini akhirnya terendap. Dan kembali mencuat setelah janji yang dinyatakan Soni tak kunjung ditepati. 

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Harso Pudjo Hartono mengaku sangat terkejut dengan kejadian ini. Meskipun kasusnya telah terjadi cukup lama, namun tidak ada halangan bagi Harso untuk mengusut kembali peristiwa memalukan tersebut. 

Kini disamping menghimpun keterangan Rahayu, Harso juga akan segera memanggil Soni untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. "Kita belum mengetahui secara pasti. Apakah Soni aparat, atau bukan. Siapapun dia, jika memang sudah melanggar hukum, akan kita usut dan tindak tegas," kata Harso. [zul]

 

Sumber :  http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/03/11/89497/Ngaku-Aparat,-Soni-Renggut-Keperawanan-Rahayu